Melawan Trauma di Puncak Matantimali


Pagi ini tiba-tiba aku merindukan Palu, kampusku yang indah diatas gunung, sahabat dan anak-anakku di kampus. Kalo belum pindah ngajar ke Bandung, bulan ini seperti biasa aku sudah ada disana. Melihat foto-foto kenangan yang membuatku semakin ingin kembali kesana

Puncak Matantimali

Dari atas sini kita bisa melihat keindahan Teluk Palu dan kotanya. Tiga hari sebelum Tsunami datang memporak-porandakan Palu. Aku dan Adhe merencakanan kesini tapi entah hari itu kami semua sibuk dikampus. Dan akhirnya aku dan sahabatku yang lain malah turun makan sore ke Pantai di area Citraland seusai ngajar di kampus. Alhamdulillah kami semua selamat dari Gempa dan Tsunami saat itu.


Bunda dan mami masih trauma ke laut, aku bisa pulih lebih cepat. Kata orang, trauma itu harus dilawan. Dan hari itu, kami janjian akan menikmati Teluk Palu dari atas puncak Matantimali. Jam 8 pagi, Fikar anak bimbinganku sudah datang menjemput. Kami rame-rame kesana. Jalanan ke puncak lumayan ekstrim, beberapa kali Fiqar harus mengatur laju mobil karena jalan amblas akibat gempa tahun lalu dan sebagian menyisakan longsor yang membuat jurang yang dalam semakin dekat dengan batas jalan.
Sampai di puncak kami masih merasakan kengerian, gimana kalo tahun lalu itu kami jadi kesini. Tsunami itu pasti terlihat lebih jelas dan kami akan tertahan diatas karena jalan turun rusak parah dan tak bisa dilewati mobil.

 
Fiqar, cepat Sarjana ya. Maaf Ibu tidak            bimbing  sampai selesai🤗🤗🤗

                      Teluk Palu dari kejauhan

Comments

Popular Post