Tuesday, October 15, 2019

Jejak Tsunami di Pantai Citraland Palu

Kembali kesini setelah beberapa bulan tempat ini ditutup pasca Tsunami

Kafe tempat kami makan sore itu hilang tanpa bekas😭😭😭

Subhanallah....Mushollah ini bertahan dari dahsyatnya Tsunami sore itu

Wisata Kuliner udah buka tapi masih sepi









Foto ini aku ambil tahun lalu, 5 bulan sebelum Tsunami 28 September 2018



Monday, October 14, 2019

Melawan Trauma di Puncak Matantimali


Pagi ini tiba-tiba aku merindukan Palu, kampusku yang indah diatas gunung, sahabat dan anak-anakku di kampus. Kalo belum pindah ngajar ke Bandung, bulan ini seperti biasa aku sudah ada disana. Melihat foto-foto kenangan yang membuatku semakin ingin kembali kesana

Puncak Matantimali

Dari atas sini kita bisa melihat keindahan Teluk Palu dan kotanya. Tiga hari sebelum Tsunami datang memporak-porandakan Palu. Aku dan Adhe merencakanan kesini tapi entah hari itu kami semua sibuk dikampus. Dan akhirnya aku dan sahabatku yang lain malah turun makan sore ke Pantai di area Citraland seusai ngajar di kampus. Alhamdulillah kami semua selamat dari Gempa dan Tsunami saat itu.


Bunda dan mami masih trauma ke laut, aku bisa pulih lebih cepat. Kata orang, trauma itu harus dilawan. Dan hari itu, kami janjian akan menikmati Teluk Palu dari atas puncak Matantimali. Jam 8 pagi, Fikar anak bimbinganku sudah datang menjemput. Kami rame-rame kesana. Jalanan ke puncak lumayan ekstrim, beberapa kali Fiqar harus mengatur laju mobil karena jalan amblas akibat gempa tahun lalu dan sebagian menyisakan longsor yang membuat jurang yang dalam semakin dekat dengan batas jalan.
Sampai di puncak kami masih merasakan kengerian, gimana kalo tahun lalu itu kami jadi kesini. Tsunami itu pasti terlihat lebih jelas dan kami akan tertahan diatas karena jalan turun rusak parah dan tak bisa dilewati mobil.

 Fiqar, cepat Sarjana ya. Maaf Ibu tidak            bimbing  sampai selesai🤗🤗🤗

                      Teluk Palu dari kejauhan

Makan Nasi Liwet di Kebun Organik Abah Endaj





10 tahun berlalu, kebun ini sudah bagian dari hidupku. Tempat menyepi, tempat curhat ke Abah dan tempat menikmati menu kampung yang nikmat dan ngangeni. Setiap kali kangen aku selalu kirim kabar ke Abah

"Abah ada di kebun besok? Teteh mau datang"....

Dan Abah selalu menyambutku sebagimana seorang bapak ke anaknya. Kalau Abah sibuk, Abah selalu mengabari kalau besok Abah ada perlu dulu. Tapi ada Ibu nunggu di kebun.

Ibu selalu masakkan Nasi Liwet setiap kali aku datang. Aku tinggal bawa teman liwetnya. Kami habiskan waktu bersama, menikmati Liwet dan teh tawar panas kesukaanku.

Aku juga sering membawa sahabat dan keluarga kalau ada yang datang main ke Garut dan waktunya senggang. 


Metik Cabe rawit sisa panen minggu sebelumnya.


Ini Indra ponakanku, Indra datang liburan beberapa hari ke Garut. Dia suka banget menu Sunda kayak gini❤

Sambel Pete ala Dapoer Yuyu


Ayah bawa oleh-oleh Pete dari Cisompet, temannya disana punya pohon Pete. Metik dadakan jadi seger banget. Petenya dibagi-bagi, sebagian dibawa ke kantor. Yang dirumah juga aku bagikan. Sebagian aku masak dan dibawa ke kebun organik Abah Endaj di Cibunar, aku juga ngasih ke paman. Ini ada sisa dikulkas, mamah udah kupas kulitnya dan dimasukkan ke plastik baru disimpan.

Tiga hari aku baru aku liat ternyata masih ada, aku bikin aja sambel agak pedes dan bawa ke kampus. Nikmat dimakan rame-rame....

Resep Sambel Pete ala Dapoer Yuyu

Bahan-bahan:

Pete secukupnya (aku pake dua genggam) 

Bumbu-bumbu:
5 siung Bawang merah 
11 biji Cabe Rawit
3 buah Tomat ukuran besar
Garam
Gula pasir
Minyak untuk menumis

Cara membuat :
Haluskan Cabe Rawit, Tomat dan 4 siung Bawang Merah. Sisa bawang iris halus, tumis pake sedikit minyak. Setelah wangi, masukkan bahan lain yang sudah dihaluskan. Tumis hingga airnya nyusut. Tambahkan garam dan gula pasir, tambahkan sedikit minyak goreng. Masukkan Pete yang sudah dicuci bersih. Aduh sebentar, koreksi rasanya dan siap dihidangkan.

Selamat mencoba❤


Seblak Ceker campur Sayur

Pertama kali makan Seblak 6-7 tahun lalu, dikenalin sama teh Fatimah. Heran juga kenapa ada cemilan bahan dari kerupuk mentah yang dimasak dengan bumbu campuran Cabe Rawit, Kencur dan bawang Putih. Teh Fatimah masaknya dengan bahan dan bumbu itu saja.

Lama kelamaan ketika menu Seblak mulai rami dijual di pinggir jalan, aku mulai suka rasanya. Bumbu Kencur yang tadinya aneh dengan lidah Bugisku mulai bisa menerima. Akhirnya jadi menu yg kerap aku masak di dapur dan dinikmati rame-rame dengan tetangga atau keluarga yang ngumpul dirumah.

Seblak yang aku buat biasanya aku tambahkan aneka jenis sayur. Seperti Wortel dan Kol plus irisan daun Seledri dan Bawang Daun. Kalo Seblak yang dijual pakai tulang ayam atau Ceker. Kalo aku suka ditambahkan Bakso dan Mie. 

Seblak yang ini aku masak khusus buat Keiko chan. Dia ngundang beberapa teman untuk main kerumah dihari Sabtu. Seblaknya aku tambahkan Ceker Ayam 1 kg plus Wortel, Kol, Seledri dan Bawang Daun. Bumbunya seperti biasa, Kencur, Cabe Rawit dan Bawang Putih, aku tambahkan sedikit Lada bubuk biar wangi. Kerupuknya aku masak dulu setengah matang baru dicampur bumbu yang udah ditumis dan sayurnya. Karena suka agak kental kuahnya aku tambahkan sedikit tepung Tapioka yg dicampur sedikit air. Masukkan sesaat sebelum kompor dimatikan.

Rasanya pedes tapi anak-anak suka, senang kalo masak dan mereka nikmati sampai habis


Sokko Bampa (Nasi Ketan Khas Bugis)

Sejak kecil menu ini selalu ada dalam upacara daur hidup kami sebagai orang Bugis. Misalnya pada saat ada acara selamatan atau pesta Nikahan. Sokko Bampa ini adalah Nasi Ketan khas Bugis.  Ada dua jenis, yang pertama Sokko yang ditambahkan aneka jenis rempah dapur dan ada juga yang tidak pakai rempah. Menurutku yang pakai rempah dan santan kental itu lebih enak karena gurih dan wangi. 


Tadi malam mamah bilang pengen makan Nasi Ketan. Pagi-pagi nyari kebawah ga ada, minggu lalu aku beliin mama nasi Ketan yang dijual sama bibi dekat warung langganan.

Liat dikulkas masih ada Beras Ketan hitam. Beras Ketannya aku bawa waktu pulang mudik lebaran di Bone. Aku simpan di kulkas biar awet. Ternyata benar, udah berapa bulan, berasnya masih utuh dan tidak bau apek. Pengalaman nyimpan beras Ketan di suhu ruang, tidak tahan lama. Berasnya rusak dan kutuan.

Telp pg Ramlawati Mun'im sepupuku di Makassar. Minta resepnya, pake bumbu apa. Bumbunya sereh, lengkuas, ketumbar, bawang merah dan bawang putih. Dimasak sama santan kental sampai hampir jadi minyak. Beras ketannya aku rendam sejak pagi. Dikukus setengah matang, dipindahkan ke panci yg udah mendidih airnya. Dimasak sampai airnya abis. Setelah itu dikukus lagi sampai matang. Setelah matang dicampur santan yang udah tanak. Dipukul-pukul sebentar, namanya juga Sokko Bampa : Nasi Ketan yang dipukul😄😄😄
Nikmat dimakan sama Pepes Ikan Tongkol❤




Thursday, July 11, 2019

Selai Tomat Organik

Kemarin main ke Kebun Organik Abah Endaj di Cibunar. Sejak pulang mudik di Sulawesi, sibuk urus-urus berkas pindah, beberes rumah dan dan ke kampus. Berdua Keiko chan, dijemput ayah dirumah, abis itu itu antar ayah ke kantor dan kami berdua lanjut ke Cibunar. Sampai di kebun, Ibu ngajak panen Tomat dan Cabe Rawit. Aku panen sedikit, panas matahari jam 12 siang bikin aku balik ke saung. Keiko chan pake topi Caping, ikutan metik Cabe Rawit. Ibu memintaku balik aja kerumah. "ntar Ibu aja yg ambilkan" kata Ibu.

Ngaso sebentar...kami berdua sibuk di dapur masak nasi liwet. Abis makan, Abah baru datang urus surat buat acara di Jogja. Ngobrol sampai sore, Abah dan Adek Uji ambilkan Pepaya dan Labu Kuning. Oleh-olehnya banyak sekali, kataku. kata Abah bagi-bagi aja kalo neng ga bisa masak semua.

Pagi tadi abis sarapan, aku tanya ke Keiko chan apa dia mau aku buatkan Selai Tomat? Katanya "bikin dikit aja dulu, bu"

Akhirnya bikin aja 1/2 kg, setelah matang dan dimakan dengan Roti Tawar. Keiko chan suka banget, rasanya segar dan tidak terlalu manis.
Ini aku share resepnya ya, td aku buat 1/2 resep aja. Kalo mau buat, sekalian aja 1 kg biar hasilnya lebih banyak.

Selai Tomat Organik ala Dapoer Yuyu

Bahan-bahan :
1 kg Tomat Organik (pakai Tomat biasa kalo tidak ada yg organik?
400 gram gula pasir
2 biji Jeruk Manis (peras, ambil airnya)

Cara membuat:

Cuci bersih Tomat dan rebus di air mendidih sampai kulitnya terkelupas. Blender sampai halus tanpa air. Setelah itu disaring, masak sampai mendidih. Setelah mendidih masukkan gula pasir. Aduk terus sampai kental, masukkan air perasan Jeruk. Aduk kembali hingga mengental. Angkat dan siap dinikmati. Selamat mencoba❤❤❤