Monday, July 20, 2015

Camping di Pantai Santolo



Jam 3 sore, kami balik ke Pamempeuk dari Pantai Pasir Putih di Cikelet setelah mendapat informasi dari teman ayah kalo ada tempat camping di Pantai Santolo. Alhamdulillah jalan masuk lancar, ingat tahun lalu dari pintu masuk sampai kedalam yang jaraknya ga nyampe 2 km ditempuh lebih dari dua jam, Ayah parkir mobil dan mulai nyari tempat camping,aku dan anak-anak nyari tempat buat shalat. Kami numpang shalat disebuah rumah makan dipinggir laut, abis shalat anak-anak main air kembali di pinggir pantai. Aku nunggu diwarung sambil pesan minum teh manis, mengawasi anak-anak yang lagi main. Ombaknya besar dan banyak sekali orang.

Tidak lama ayah nelp kalau sudah menemukan tempat buat camping, kami bergegas ke mobil. Tempat campingnya kearah pintu keluar. ga jauh dari pintu masuk LAPAN. Ayah parkir mobil tidak jauh dari pinggir pantai, turun dikit kami udah dapat tempat buat dirikan tenda. Disamping udah ada tenda kecil yang berdiri, ga tau pemiliknya siapa karena sejak datang hingga pulang keesokan harinya tenda itu selalu tertutup.

Menjelang magrin, anak-anak berhenti main air, aku bawa ke toilet umum. Ampun pegel banget, antrinya lama.Anak-anak mandi dan wudhu. Magrib, shalat dulu baru aku nyiapain makan malam. Anak-anak pengen bakso, aku udah bawa dari rumah. Baksonya aku masak, tambahkan mie instan. Kami makan mie bakso dengan ketupat dari rumah. Abis makan, anak-anak main pasir didepan tenda. mereka tidur jam 10 malam. Suasana pantai kian ramai menjelang tengah malam. Berkali-ali terbangun karena dengan suara yang sangat ribut. Kembang api menyala bergantian sepanjang malam, ribut dan baunya menyengat.

Subuh bangun, dari tenda kelihatan udah ramai. Anak-anak nongkrong didepan tenda, ayah nyari sarapan pagi. Aku ga bisa nyiapin saapan pagi. Suasanya sangat ramai, debu dan pasir  beterbangan. keluar dari tenda, lihat kesebelah kiri, ya ampun.....ribuan orang menyemut disepanjang pantai. Anak-anak kembali mandi dan main pasir setelah sarapan ala kadarnya. jam 9 pagi, bujuk anak-anak supaya berhenti main pasir. barang-barang dibawa ke mobil. Ayah mulai bongkar tenda, kami ga suka suasana yang terlalu ramai. Tiba di toilet umum, antrian udah mengular. Aku putus asa liat antriannya, ga sanggup. Kami memutuskan untuk mencari rumah makan karena udah lapar dan anak-anak bisa numpang mandi. Aku bersihkan badan anak-anak dengan tissu basah dan handuk. Kami dapat rumah makan yang lumayan bagus di pinggir jalan sebelah kanan kearah kota Garut. Anak-anak mandi, aku pesan ikan Kuwe bakar. Ga ada sayur yang tersedia, hanya ada sambel dan lalap. 
Ayah pasang tenda;-))

 Bahagianya bisa menikmati pantai dari dalam tenda
Ribuan orang menyemut sepanjang pantai


Anak-anak menikmati pagi dari depan tenda

Main pasir

Aturan mandi dan main pasir, harus selurus dengan tenda agar bisa aku pantau dari dalam;-))


Post a Comment