Wednesday, July 29, 2015

Blueberry Cherry Tart


Udah lama ga bikin kue Tart mini,tahun lalu bikin Egg Tart.Kali ini isinya pake selai Blueberry dan buah Cherry aja.Resep kulitnya sama,hanya isi aja yang beda.Adonan kulit ga pake gula halus karena isinya udah manis.Ga sulit dan anti gagal.Kulit tart bisa disimpan dikulkas kalo belum mau dimakan.Tahan beberapa hari tp ga perlu nunggu lama pasti akan cepat habis hehehe. Yuk intip resepnya...

Bahan Kulit:
500 gram tepung Terigu
200 gram mentega

Bahan Isi:
Selai Blueberry
Buah Cherry

Cara membuat:
Masukkan mentega dan tepung terigu kedalam wadah,aduk dengan garpu hingga tercampur rata.Bungkus dengan plastik,simpan dikulkas selama 30 menit.kalo udah,cetak pakai tangan di cetakan pie ukuran kecil.lakukan hingga habis.Panggang di oven selama 15-20 menit,keluarkan dari cetakan.Masukkan selai ke plastik segitiga,potong ujungnya.semprotkan dari sisi luar hingga terisi semua.hias dengan buah Cherry,siap disantap:-))




Monday, July 27, 2015

Seblak Ceker ala Dapoer Yuyu


Sering banget bikin Seblak berdua teh Erna tapi ga pake Ceker Ayam, karena aku ga suka. Ngeri liat ada kaki ayam didalam mangkuk hehehe. Dirumah Ummi kalo masak ayam, cekernya pasti di buang. Orang Bugis secara umum tidak makan ceker ayam. Ceker adalah bagian Ayam yang dibuang seperti halnya bulu ayam atau usus ayam. Kalo beli ayam dalam jumlah banyak, cekernya biasa diminta sama orang Jawa yang banyak merantau disana. 

Minggu lalu ngebakso ditempat yang baru buka, Kebetulan ada menu Seblak. Ayah pesan Seblak Ceker. Lama banget nunggunya, aku udah beres makan bakso  pesanannya baru datang. Begitu mangkuk Seblak Ceker diletakkan dan pelayannya pergi, kami berdua tertawa. Ya ampun....benar- benar ceker ayam  yang tersaji dalam piring padahal dibayangan kami berdua. Seblak Ceker ya seblak yang pake topping ceker ayam. Seblak yang biasa aku buat dirumah pake tulang ayam dan tambahan Wortel dan kol. 

Penasaran gimana rasanya makan Ceker, aku beli 1/4kg, kebetulan teh Erna datang kerumah. Bikin seblak berdua. khmmm.....ternyata Ceker itu lumayan enak. cuma ngeri aja liatnya hehehe. Minta teh Erna ajarin cara bersiin ceker Ayam. Geli dan sedikit ngeri waktu potong bagian kukunya. Ga tega rasanya padahal ayamnya juga udah mati. Sebelum bikin seblak, olah dulu ceker ayamnya ya. Ceker ayam dikuliti, buang kulit luarnya,potong bagian kuku. Cuci bersih, masukkan dalam air mendidih. rebus sebentar, buang airnya. Rebus kembali hingga matang, buang lagi airnya. Ceker ayam siap diolah.Yuk intip resepnya disni;-))


Resep Seblak Ceker ala Dapoer Yuyu
Bahan-bahan:

Kerupuk 1/4 kg ( rebus setengah matang)
Ceker ayam siap pakai 1/4 kg

Bumbu-bumbu:
4 siung bawang putih
1 ruas kencur (sebungkus kecil)
4 gram kaldu bubuk
1 sdt garam
15 biji cabe rawit
2 biji cabe keriting
1 liter air panas
2 lembar bawang daun
1 sdm minyak goreng

Cara membuat:
Haluskan semua bumbu kecuali Bawang daun, tumis hingga harum. Masukka ceker ayam yang siap olah. aduk sebentar, tambahkan 500 ml air panas, kalau sudah mendidih masukkan kerupuk yang sudah sudah dimasak setengah matang. tambahkan sisa air, aduk hingga matang, kalo suka setengah matang, masaknya jangan lama. Tambahkan sisa air dan irisan bawang daun, biakan hingga mendidih. Coba sedikit, kalo rasanya udah pas matikan api. Seblak Ceker siap disajikan:-))



Kerupuknya pake yang seperti ini 


Saturday, July 25, 2015

Es Pacar Cina


Pacar Cina tidak hanya dipakai buat campuran kolak tapi juga enak buat yang segar-segar seperti Es Pacar Cina. Tambahkan Kelapa muda dan Nata de Coco.Airnya campuran air kelapa,susu kental manis,simple sirup Homemade dan air es.Takarannya sesuai selera aja....

Pacar Cina susah-susah gampang diolah.Rendam dulu minimal 2 jam pakai air dingin sebelum direbus sampe matang.Beli pacar cina dalam kondisi bagus,kalau ada remah.Matangnya ga merata,sebagian udah lunak sebagian kg keras ditengah.Tanda udah matang adalah warnanya udah bening.


Monday, July 20, 2015

Pindang Ecot Ikan Nila


Ikan Pindang Mak Ecot terkenal di Jawa Barat,bukan hanya di Garut atau di Bandung. Browsing resep tapi ga dapat resep yang lengkap.Aku tanya sepupu jg ga tau,tanya ke Bi Tuti dapat deh resepnya.Masaknya gampang,hanya perlu mengiris semua bumbu.Masak perlahan dalam wajan besar pakai penutup.Aku masak satu jam aja,ga perlu sampe tulangnya lunak.Kalo mau tulangnya lunak,bisa pake presto.Presto udah disimpan diatas,malas ambilnya.lagian aku lebih suka masak dalam wajan besar dengan penutup. Rasanya enak kata ayah,aku icip sedikit karena kurang suka.Manis karena pake gula merah dan kecap,lidah Bugisku masih sulit nerima masakan ikan pake gula;-))

Pindang Ikan Mak Ecot aslinya pakai ikan Mas.Aku pake Ikan Nila karena ga suka Ikan Mas.Ikannya digoreng dulu,sebelum digoreng rendam dengan bumbu sedikit.Air jeruk,kunyit dan garam,biarkan sejam sebelum digoreng.Dinginkan dulu ikannya sebelum mulai dipindang.Aku tambahkan sebungkus kecil bumbu Samara Sengit.Kalo di Garut banyak dijual diwarung.Isinya Ketumbar,Cengkeh dan beberapa bumbu lain.Ga bisa kenali karena udah ditumbuk kasar. Yuk intip resepnya

Resep Pindang Ecot
Bahan-bahan

1 kg Ikan (goreng hingga matang)
5 sdm gula merah
5 sdm Kecap manis
1 bungkus Samara sengit
1 sdt garam ( tambahkan dikit kalo kurang)
1 sdm kunyit bubuk
5 gelas air
Bumbu yang diiris (liat difoto bawah)

Cara membuat:
Cuci dan iris semua bumbu,campur dan bagi dua.Siapkan wajan besar dengan penutup.Tata separuh bumbu iris didasar wajan,masukkan ikan.Tata sisa bumbu diatas ikan.Campur tiga gelas air dengan garam dan kunyit bubuk.Siramkan keatas ikan.Tambahkan gula merah dan kecap manis.Tutup wajan,masak dengan api sedang selama 30 menit.Tambahkan sisa air,kecilkan api.Masak kembali selama 30 menit. Ikan Pindang siap disajikan:-)



Iris semua bumbu dan campur kecuali daun jeruk dan daun salam

Bumbu yang dipakai

Menikmati Jalan Pulang setelah Camping


Keluar dari pantai Santolo, kami dapat sebuah rumah makan di pinggir jalan. Tempatnya lumayan besar dan bersih. awalnya kami tertarik untuk singgah karena melihat ada kamar mandi didepannya, aku turun periksa...bersih dan ga bau. Anak-anak langsung ambil peralatan mandi dan baju ganti. Aku masuk pesan makanan. Ayah pengen ikan bakar, yang ada cuma ikan Kuwe dan ikan Tongkol. Kami memilih ikan Kuwe, 90 rb/ kg. Ga ada sayur yang tersedia, hanya ada sambel dan lalap jadi pendamping ikan. 

Pemandangan sangat indah dari jendela dalam, hamparan sawah luas yang mulai menguning. Kami menikmati pemadangan sambil nunggu ikan bakar. Lumayan lama menunggu, tapi puas....ikan bakarnya enak banget, segar dipadu sambel dan lalap. Sambelnya pedes, ayah ga kuat. Minta sambel kecap aja, aku yang menikmati sambel yang pedes. Semua makan dengan lahap, abis makan kami melanjutkan perjalan. Jalan yang ga ada hentinya berkelok-kelok ga bikin mual, beda waktu berangkat. Rsanya mau muntah dijalan, jadi kami singgah istirahat dua kali

Sampai di Perkebunan teh di Cikajang, kami singgah kembali. Pesan jagung bakar dan rujak, istrahat sebentar dan melanjutkan kembali perjalanan. Tiba di kota Garut, kemacetan dimulai. Sore baru tiba dirumah, turunkan semua barang dan istirahat. Puas camping walaupun hanya satu malam. Kalau ga rame banget kami pertimbangkan untuk nginap dua malam tapi terlalu ramai. Sepanjang jalan dari pantai Santolo, ratusan mobil dan motor mengarah ke pantai. Insya Allah rencana camping lagi Desember nanti di Pangandaran:-)) 
Ikan Kuwe bakar, segar dan enak banget
Anak-anak menikmati perjalanan


Kebun teh Cikajang

Makan Jagung Bakar


Camping di Pantai Santolo



Jam 3 sore, kami balik ke Pamempeuk dari Pantai Pasir Putih di Cikelet setelah mendapat informasi dari teman ayah kalo ada tempat camping di Pantai Santolo. Alhamdulillah jalan masuk lancar, ingat tahun lalu dari pintu masuk sampai kedalam yang jaraknya ga nyampe 2 km ditempuh lebih dari dua jam, Ayah parkir mobil dan mulai nyari tempat camping,aku dan anak-anak nyari tempat buat shalat. Kami numpang shalat disebuah rumah makan dipinggir laut, abis shalat anak-anak main air kembali di pinggir pantai. Aku nunggu diwarung sambil pesan minum teh manis, mengawasi anak-anak yang lagi main. Ombaknya besar dan banyak sekali orang.

Tidak lama ayah nelp kalau sudah menemukan tempat buat camping, kami bergegas ke mobil. Tempat campingnya kearah pintu keluar. ga jauh dari pintu masuk LAPAN. Ayah parkir mobil tidak jauh dari pinggir pantai, turun dikit kami udah dapat tempat buat dirikan tenda. Disamping udah ada tenda kecil yang berdiri, ga tau pemiliknya siapa karena sejak datang hingga pulang keesokan harinya tenda itu selalu tertutup.

Menjelang magrin, anak-anak berhenti main air, aku bawa ke toilet umum. Ampun pegel banget, antrinya lama.Anak-anak mandi dan wudhu. Magrib, shalat dulu baru aku nyiapain makan malam. Anak-anak pengen bakso, aku udah bawa dari rumah. Baksonya aku masak, tambahkan mie instan. Kami makan mie bakso dengan ketupat dari rumah. Abis makan, anak-anak main pasir didepan tenda. mereka tidur jam 10 malam. Suasana pantai kian ramai menjelang tengah malam. Berkali-ali terbangun karena dengan suara yang sangat ribut. Kembang api menyala bergantian sepanjang malam, ribut dan baunya menyengat.

Subuh bangun, dari tenda kelihatan udah ramai. Anak-anak nongkrong didepan tenda, ayah nyari sarapan pagi. Aku ga bisa nyiapin saapan pagi. Suasanya sangat ramai, debu dan pasir  beterbangan. keluar dari tenda, lihat kesebelah kiri, ya ampun.....ribuan orang menyemut disepanjang pantai. Anak-anak kembali mandi dan main pasir setelah sarapan ala kadarnya. jam 9 pagi, bujuk anak-anak supaya berhenti main pasir. barang-barang dibawa ke mobil. Ayah mulai bongkar tenda, kami ga suka suasana yang terlalu ramai. Tiba di toilet umum, antrian udah mengular. Aku putus asa liat antriannya, ga sanggup. Kami memutuskan untuk mencari rumah makan karena udah lapar dan anak-anak bisa numpang mandi. Aku bersihkan badan anak-anak dengan tissu basah dan handuk. Kami dapat rumah makan yang lumayan bagus di pinggir jalan sebelah kanan kearah kota Garut. Anak-anak mandi, aku pesan ikan Kuwe bakar. Ga ada sayur yang tersedia, hanya ada sambel dan lalap. 
Ayah pasang tenda;-))

 Bahagianya bisa menikmati pantai dari dalam tenda
Ribuan orang menyemut sepanjang pantai


Anak-anak menikmati pagi dari depan tenda

Main pasir

Aturan mandi dan main pasir, harus selurus dengan tenda agar bisa aku pantau dari dalam;-))


Batal Camping di Pantai Sayang Heulang

Kami merencanakan Camping di pantai Sayang Heulang dua hari setelah lebaran.Tapi dipercepat karena ayah udah pengen banget kepantai.Jadinya kami berangkat sehari setelah lebaran.Tahun lalu waktu main ke Pantai Sayang Heulang,kami dapat info dari petugas disana kalo bisa Camping disebelah kiri dari arah pintu masuk.

Aku ajak Salmah sepupu ayah biar Keiko ada temannya. Kalo ga ada teman,kasian dia main sendiri,suka bete.Sore hari anak-anak udah buat catatan barang apa yang mereka mau bawa.Aku periksa catatan dan barang mereka akan bawa.Jam 5 subuh,aku bangunkan anak-anak.Shalat subuh,sarapan,mandi dan siap-siap berangkat.Singgah sebentar di minimarket beli sisa kebutuhan. Jam 6.30 kami baru tinggalkan kota Garut,mampir dikebun teh karena anak-anak minta istirahat.Sekalian ambil beberapa foto dan jajan Batagor.

Tiba di Pantai Sayang Heulang jam10 an,bayar karcis 20 rb.Kami nyisir kearah kiri nyari tempat Camping tapi ga dapat.pengennya di pinggir pantai,ga ada tempat buat dirikan tenda karena jarak antara bibir pantai dan tebing sangat dekat.Air naik kalo pasang...Kami kembali menyisir kearah kanan hingga keujung.sama aja,ga ada tempat buat dirikan tenda.Anak-anak main air sebentar.Makanan yang siap aku masak ga jadi,udah lapar.kami.memutuskan untuk cari tempat makan yang sediakan ikan segar. Dapat warung yang sediakan ikan segar dalam box ikan.Kami memilih ikan Kakap Merah,ikannya segar. Harganya 130rb/kg,lebih mahal dari harga di Garut hehehe. Menunya Ikan Kakap merah bakar dan Cah Kangkung plus sambel dan lalap. Puas makannya,semua lahap.....

Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Rancabuaya.Kata pemilik warung,kira-kira sejam nyampe disana.Kami tidak ke Pantai Santolo karena tahun lalu waktu kesana ga lihat ada yang Camping di pinggir pantai.Lagian macet dan ada ribuan orang yang berjubel disana.Aku ga sempat ambil banyak foto-foto karena konsentrasi nyari tempat camping.





Pantai Sepi Di Cikelet

Kami menemukan pantai ini tidak sengaja,saat berkendara menuju Pantai Rancabuaya ketika tidak dapat tempat bagus buat Camping di pantai Sayang Heulang.Kira-kira 5 km dari jalan raya Pamempeuk lewati belokan ke Pantai Santolo. Bayar karcis di gerbang masuk 15 rb,kata petugasnya ada tempat buat Camping didalam. Jalannya masih alami,belum diaspal.Tempat parkir seadanya,ayah parkir dipinggir jalan.Kami jalan masuk kearah pantai kira-kira 30 meter. Tidak ada satupun fasilitas yang tersedia.  Sampai dipantai,hanya ada beberapa orang disana.Sepi banget,sayang tempat bagus begini tidak dikelola dengan bagus.

Saat membaca plang didepan "pasir putih" aku fikir seperti pantai Santolo.Ternyata tidak,pantainya berbatu-batu,anak-anak berlarian dengan kaki telanjang.Untung kakinya ga apa-apa,aku memilih untuk tetap memakai sendal.Puas main di Pantai,aku bawa anak-anak mandi di kolam,kirain air tawar.Aku coba sedikit,ternyata asin.Kolamnya terpisah agak jauh dari bibir pantai.disana ada beberapa orang yang lagi main air.

Kami memutuskan untuk ke Pantai Santolo,ada info dari teman ayah kalo disana ada tempat buat camping.Sebenarnya asyik buat Camping di pantai ini tapi kalo cuma berempat aja dan ga ada fasilitas kami mikir.Aku sempat tanya satu orang yang datang bawa keluarga apakah mereka.mau nginap,jawabannya ngga.Aku bujuk anak-anak agar berhenti main air,nqnti lanjutkan di pantai Santolo.Ga ada air tawar buat membilas,akhirnya ayah pasang karpet plastik dijok belakang biar anak-anak bisa duduk dengan pakaian basah.Mereka bisa lanjut main air di Pantai Santolo.

Kolam air laut alami

Jalan masuk ke Pantai

Aliran air yang menghubungkan Kolam dan pantai

Gerbang masuk sebelah kiri dari  arah Pamempeuk

Sunday, July 19, 2015

Resep Burasa


Beberapa kali bikin Burasa tapi ga perhatikan takarannya,kali ini aku catat biar bisa sharing resepnya di blog. Burasa Segi empat ini model khas kota kelahiranku di Bone.Di daerah lain Burasa dibuat segi empat panjang dengan teknik mengikat yang lebih gampang.Kalo segi empat,teknik mengikatnya lebih sulit tapi dijamin dimasak dalam presto pun ga bakalan berantakan isinya. Agar tidak mudah basi,pastikan mencuci berasnya benar-benar bersih.setelah matang,Bursa harus disimpan dalam posisi berdiri agar cairan bisa tiris kebawah.Pakai wadah plastik yang besar dengan lubang-lubang kecil.Dibawahnya simpan baskom yang lebih kecil untuk menampung airnya. Santannya dari Kelapa yang aku olah sendiri di dapur, gampang...ga perlu pake parut. Caranya bisa dilihat disini http://dapoeryuyu.blogspot.com/2015/07/tips-mengolah-kelapa-menjadi-santan.html. Burasa ini tahan 5 hari disuhu ruang,mungkin karena di Garut cuaca lebih dingin.

Aku Diajar buat Burasa model gini sama Daeng Ramlah waktu kami lebaran bareng dirumah kontrakannya di Bandung.Kami sama-sama kuliah disana tapi beda kampus.Aku di Unpad,Daeng Ramlah di Upi.Sehari sebelum lebaran kami masak-masak di dapur,bikin Burasa dan Nasu Likku. Yuk intip resepnya:

Resep Burasa
Bahan-bahan:
1 kg Beras
1 butir kelapa (ambil santannya 1.300 ml)
Tambahkan 200 ml kalo aronan masih keras
1 sdm garam halus
Daun untuk membungkus
Tali rafia untuk mengikat

Alat:
Panci Presto/Panci biasa

Cara membuat:
1. Cuci bersih beras,rendam dalam air dingin.Lebihkan airnya tiga ruas jari
2. Siapkan daun pisang,potong segi empat
3. Potong tali Rafia sepanjang 120 cm (tergantung besar burasa)
4. Masak santan hingga mendidih,aduk agar santannya tidak pecah.Tambahkan garam,kalo kurang tambahkan lagi sedikit.
5. Masukkan beras yang sudah direndam selama satu atau dua jam kedalam air santan. Aduk sesekali agar adonan beras tidak hangus.Biarkan hingga air santan diserap.Kalo sisa dikit airnya,tutup rapat panci dan matikan api.Biarkan hingga 30 menit
6. Aduk aronan beras hingga rata
7. Ambil selembar daun muda,masukkan tiga sendok atau lebih aronan beras.Bungkus seperti amplop.
8. Ambil daun tua,bungkus lapisan pertama
9. Ambil dua bungkus,tumpuk dengan posisi lipatan sebelah dalam.Ikat dengan tali rafia.Lakukan hingga habis
10.Isi panci presto  dengan air,masak hingga mendidih.Masukkan Burasa,pastikan terendam dengan air.Tutup panci presto dengan rapat.Setelah timbul bunyi desis.hitung mundur 1,5 jam
11. Setelah 1,5 jam,matikan api kompor.Biarkan hingga bunyi presto hilang.Buka katup atas dengan sodet panjang.setelah ucapnya hilang,buka tutup presto.Keluarkan Burasa,tiriskan dalam wadah
12. Kalo dimasak pakai panci biasa,rebus Burasa selama 3-5 jam

Note: 1 kg Beras jadi 16 bungkus Burasa. Diikat dua jadi 8 ikat.


Pakai dua lapisan daun,lapisan dalam pakai daun muda

Burasa Segi Empat punya diikat seperti ini,dijamin kuat;-)

Friday, July 17, 2015

Kacang Kedelai Goreng


Bikin Kacang Kedelai goreng buat taburan Soto Bandung.Resepnya minta sama teh Ety. Rasanya enak,kriuk-kriuk. Pertama kali bikin jd senang ama hasilnya.Kacang kedelai goreng juga salah satu taburan kalo makan Bubur Ayam.Udah tau caranya,bisa bikin kapan aja. Yuk intip resepnya

Kacang Kedelai Goreng
Resep Teh Ety

Bahan-bahan:
1/2 kg kacang Kedelai
1 sdt garam halus
Air untuk rendaman
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
Cuci bersih kacang Kedelai,siram dengan sih panas yang baru mendidih.Tambahkan garam,tutup wadahnya.Biarkan satu jam,tiriskan. Goreng dengan minyak panas hingga garing dan kecoklatan.
 


Thursday, July 16, 2015

Selamat Lebaran Idul fitri 1436 H


Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1436 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Salam hangat dari Dapoer Yuyu:-))


Nasu Likku udah aku masak dua hari sebelum lebaran.Udah nyicil menu dua hari sebelum Lebaran,tetap aja keteteran sendiri di dapur.   Soto Bandung belum siap,daging Sapi belum dibumbu dan acar timun masih nunggu dikerjakan. Makan yang sudah siap aja sebelum berangkat shalat Id,itupun telat dikit.Shalat udah dimulai.....
Kemarin bikin Ketupat dan Burasa udah habis waktu berjam-jam didapur, juga sambil bikin satu Sponge Cake. Malam ga sempat lanjutin sisa menu lebaran karena ada pertemuan komunitas sampe tengah malam.Nyampe rumah,cuma sempat goreng Kacang kedelai buat taburan Soto Bandung.

Menu pagi dengan Burasa,Ketupat, Nasu Likku, Ikan Nilem goreng,Ketupat dan Sambel goreng kentang pake Hati daging sapi.sambel gorengnya dimasakkan sama teh Ety (hatur nuhun,teteh) Abis shalat ngumpul dirumah Uwak dan Bibi.Setelah makan bersama, rame-rame nyekar ke makam. Lanjut ke Cibunar,ketemu Abah dan Ambu di kebun organik.

Yuk Bikin Ketupat


Alhamdulillah,besok Lebaran Idul Fitry.Ga kerasa,waktu berjalan cepat.Pagi ini masak ketupat,kulit Ketupatnya udah aku beli kemarin pagi. Masaknya pake panci presto biar cepat.Hanya butuh waktu sejam,aku tambahkan 10 simpul daun pandan biar harum.Nyari kulit ketupat dari daun pandan tapi ga ada.

Resep Ketupat
Bahan-bahan:
1 kg beras
10 buah kulit ketupat
10 simpul daun pandan

Alat:
Panci Presto

Cara membuat:
1.cuci bersih beras
2. Rendam dengan air dingin selama 2 jam,lebihkan airnya tiga ruas jari
3. Tiriskan beras,isi setengah kulit ketupat.Ikat kembali kulit ketupat yang dibuka
4. Rebus setengah panci air dalam presto,kalau sudah mendidih masukkan ketupat.pastikan ketupan terendam air.
5. Tutup rapat panci presto.hitung mundur 1 jam sejak muncul bunyi desis
6. Setelah satu jam,matikan api.Tunggu hingga bunyi desis hilang.buka sedikit tombol atas dengan sodet kayu hingga uapnya hilang.
7. Keluarkan ketupat,siram air dingin kemudian gantung.
Selamat Mencoba:-))



Mengolah Kelapa Menjadi Santan (tanpa Parut)

Saya ga bisa marut Kelapa,kalaupun maksain marut dikit aja lengan bisa nyeri semalaman.Makanya lebih banyak pake santan Instan atau mengolah sendiri kelapanya.Kalo beli yang udah diparut,belinya yang khusus buat kue.Kulit arinya dibuka,kalo ga kelapanya pasti kurang bersih karena pengalaman liat penjual kelapa yang membilas kelapa pake air yang udah keruh atau kurang bersih.Makanan cepat basi kalo santan yang dipake berasal dari kelapa parut yang ga bersih.
Khusus beberapa menu yang butuh santan banyak,saya memilih untuk membeli kelapa bijian. Mengolah sendiri dengan blender,hasilnya lebih banyak santan dan juga bersih. Cara mengolah Kelapa menjadi santan:

Bahan-bahan:
1 buah kelapa
1 liter air panas ( bukan mendidih)
Takaran air disesuaikan dengan kebutuhan

Alat:
Blender

Cara mengolah:
1. Cuci bersih Kelapa,Potong kecil-kecil
2. Bagi tiga kelapa yang sudah dipotong
3. Bagi tiga air
4. Masukkan satu bagian air dan satu bagian kelapa
5.blender hingga kelapa menjadi serbuk halus dan mengeluarkan banyak santan.
6. Saring diwadah,lakukan sampai habis
Santan siap digunakan


Tuesday, July 14, 2015

Puding Cake

Pertama kali bikin Puding Cake.Pake Sponge Cake kesukaan ayah.Pudingnya dua layer,yang putih pake agar-agar plain yang pink dari Nutrijel Strawberry. Aku bikin buat dibagi ke tetangga dekat,makanya takaran gulanya ditambah dikit.Kalo buat konsumsi sendiri,gulanya aku kurangi karena ga suka yang manis.Puding Cake ini bisa buat hantaran di Hari Raya Idul Fitri.Wadahnya pake mika bening dan diberi pita warna-warni. Bikinnya ga sulit,hanya perlu sabar dikit biar Sponge Cakenya ga tenggelam didasar loyang atau melayang keatas saat ditambahkan adonan puding. Yuk intip resepnya:

Puding Cake ala Dapoer Yuyu
Bahan-bahan:
1 buah Sponge Cake ( aku pake loyang ukuran 22 cm)
1 bungkus agar-agar plain
1 bungkus Nutrijel rasa strawbery
1 liter susu plain
50 gram gula pasir ( kalo suka manis,gulanya ditambah)
75 ml santan instan

Cara membuat:
Siapkan Loyang ukuran 22 cm,basahi sedikit air.Potong pinggiran kue sekitar 1 cm.Campur Susu,santan instan dan Gula Pasir,bagi dua.satu bagian dicampur agar-agar dan satu bagian lagi dicampur Nutrijell.Masak bagian Agar-agar,aduk sesekali.Masak sampai mendidih.matikan api,tuang sedikit ke loyang kira-kira 2 cm.Aduk sisa adonan hingga uapnya hilang.Periksa dasar loyang,apabila adonan Agar-agar susah mengeras,masukkan Sponge Cake.Masukkan sisa adonan,tekan sponge cake agar tidak melayang keatas.Beri pemberat,aku alas dengan plastik dan meletakkan mangkuk diatasnya.Masak bagian Nutrijel hingga mendidih,matikan api dan lanjutkan mengaduk hingga uapnya hilang.Kalau adonan pertama sudah mengeras,buka pemberatnya.Masukkan adonan Nutrijel.Simpan dikulkas hingga puding set dan siap diiris.Selamat mencoba:-))



Sunday, July 12, 2015

Bubur Kacang Ijo dan Roti Tawar


Mengolah Kacang Ijo emang lama, trik yang saya lakukan biar ga dimasak lama adalah dengan merendam Kacang Ijo beberapa jam sebelum diolah atau memasak hingga mendidih, tambahkan satu sdm minyak goreng dan matikan apinya. Biarkan hingga kacang ijo setengah matang. Air panas melanjutkan proses masaknya. Cara itu juga saya lakukan kalau membuat bubur ayam. berasnya dimasak hingga mendidih, pastikan airnya ddalam jumlah banyak. matikan api dan biarkan beberapa lama hingga beras mengisap semua air sehingga tidak butuh lama untuk bisa menikmati bubur. Selain hemat waktu, juga mengirit pemakaian gas.

Kacang Ijo yang udah matang tinggal ditambahkan gula merah cair dan santan, kalo suka wangi bisa tambahkan daun pandan atau kayu manis. Nikmat disantap dengan Roti tawar, kalo ayah dan Keiko chan suka menambahkan susu kental manis.