Wednesday, January 28, 2015

"Male" Sajian khas Mauludan ala Bugis dan Makassar



"Male" jenis baru, dibuat seperti Tumpeng
fotonya dari FB Daeng Emma

Kenangan waktu kecil setiap Mauludan atau Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sajian "Male" yang khas. Nasi ketan putih atau hitam dalam wadah plastik atau panci yang dihias dengan telur warna-warni dan bunga-bunga kertas plus aneka jenis lauk yang disimpan ditengah atau dasar wadah. Setiap tahun kami selalu diundang kerumah-rumah keluarga Ummi dikampung untuk ikut merayakan Mauludan. Acara mauludan biasanya dilakukan dimesjid atau rumah, setelah acara selesai, kami makan bersama dan diberi "Male" untuk dibawa pulang. "Male" yang dikirim kerumah juga biasanya banyak. Biasanya Ummi bagi-bagi isi "Male" kerumah tetangga dekat.

Saat ini Tradisi tersebut masih terjaga, semakain meriah karena sekolah-sekolah dan instansi pemeritah ikut memeriahkan dengan aneka lomba "Male" Minggu lalu liat foto sepupu di FB, rasanya pengen pulang dan ikut merasakan tradisi Mauludan. Tadi pagi di FB kakak juga dia posting "Male" buat acara Mauludan di kantornya.

Kak Ena dengan "Male" di sekolah tempatnya mengajar:-))


Ingat Ummi....sedih rasanya:-(( Hingga tahun lalu, banyak sekali  "Male" dikirim keluarga dan teman Ummi kerumah. Wadah plastik dan aneka jenis panci bekas wadahnya tersusun rapi di dapur Ummi. Ummi biasanya mengirimkan oleh-oleh ala kota kerumah keluarga dikampung atau memberi uang kasih sayang.

Tradisi ini aku maknai bukan hanya bagian dari acara Mauludan tapi bagaimana orang Bugis-Makassar berbagi makanan pada keluarga dan tetangga. Berbagi rejeki sekali setahun......dan berbagi itu selalu indah:-))

Note : Makasih daeng Emma dan kak Ena udah ngasih ijin pake fotonya:-))
Post a Comment